layar yang bisu dan tanpa daya menjadi tempat yang tepat untuk tumpahkan semua. objek yang tidak akan pernah jadi subjek. tanpa komplikasi. tanpa kompromi. sesederhana itu.

Saturday, January 14, 2006

P A T

Tubuh memang harus merapuh, Pak
napas pun bisa tertinggal separuh
tapi seperti yang kau tahu, Pak
cakar yang sudah ditancapkan
sejarah yang telah digoreskan
diceritakan
tetap tinggal meski masa telah menjauh.

Tinggallah bila masih ada yang ingin kau bagi, Pak
bila masih ada cita yang belum diwujudkan
bila masih ada cerita yang belum disampaikan
bila masih ada pesan yang belum dikatakan
tapi pergilah bila memang sudah tunai semua
bila siksa sakitmu tak lagi tertanggungkan
bila rindu dendam pada ibumu telah memuncak.

Kami tak ‘kan hilangkanmu, Pak
kami ‘kan terus membacamu
mengingatmu
menjadikanmu bagian jiwa kami
hingga jejak langkahmu kekal, Pak
diteruskan pada benih-benih anak semua bangsa
yang dipelihara dalam rumah kaca
di bumi manusia.

Selamat untukmu, Pak
apapun jalan yang kau pilih
kau selalu pahlawan kami, Pak
doa kami untukmu